Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SD Quantum Inti Indonesia. Salah satu tenaga pendidiknya, Ms. Ndaru Dwi Rahayu, S.Pd., yang merupakan Guru Seni Tari, berhasil meraih penghargaan bergengsi “Authenticity Award” dalam ajang internasional Rentas Budaya Borneo 2.0 yang diselenggarakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, pada 16–18 April 2026.
Kegiatan ini merupakan ajang pertukaran budaya yang melibatkan peserta dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Dalam kegiatan tersebut, para peserta menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya khas daerah masing-masing sebagai bentuk pelestarian warisan budaya sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.
Ms. Ndaru Dwi Rahayu tampil memukau dengan membawakan tarian tradisional yang sarat makna budaya Indonesia. Penampilannya dinilai memiliki keaslian, kekuatan ekspresi, serta mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya secara autentik, sehingga berhasil meraih penghargaan Authenticity Award dari dewan juri internasional.
Kepala SD Quantum Inti Indonesia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian tersebut. “Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi bukti bahwa guru memiliki peran penting dalam melestarikan budaya bangsa dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik dan tenaga pendidik untuk terus berkarya, berprestasi, serta mencintai budaya Indonesia. Seni tari sebagai bagian dari pendidikan karakter juga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang kreatif, percaya diri, dan berwawasan global.
Ajang Rentas Budaya Borneo 2.0 sendiri menjadi wadah yang sangat positif dalam memperkenalkan kekayaan budaya nusantara ke dunia internasional. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keberagaman, toleransi, dan persatuan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda.
Dengan diraihnya penghargaan ini, SD Quantum Inti Indonesia semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi guru dan siswa, serta aktif berkontribusi dalam pelestarian budaya Indonesia di kancah global.

penulis : I Made Rahayu Kardika Yasa