Studi menyatakan bahwa anak yang cerdas dan berhasil di masa depannya, justru lahir dari banyaknya tantangan, tempaan, dan bukan dari kenyamanan. Tantangan yang dihadirkan dan dilatihkan oleh orang tua dalam pola asuh sehari-hari dengan standar tinggi nyatanya adalah bentuk cinta terbaik orang tua yang memiliki keyakinan bahwa setiap anak mampu melampaui dirinya.
Lalu tempaan apa yang harus dilatihkan oleh orangtua kepada anaknya sejak dini? Jawabannya adalah life skill.
Why life skill?
Life skill merupakan berbagai kemampuan praktis yang dilakukan sehari-hari, dan jadi salah satu fondasi untuk setiap anak memiliki cara berpikir dan berperilaku tahan banting serta siap survive dalam segala keadaan di kehidupan nyatanya kelak saat masuk fase produktif.
Anak yang kesehariannya dilatih dasar-dasar kemandirian cenderung lebih peka dan lebih percaya diri saat terlibat di kehidupan sosialnya. Kepekaan, sensitivitas, dan rasa percaya diri yang tumbuh dari hasil latihan life skill akan men-trigger kemampuan lainnya yaitu anak mampu berempati dan tepat tanggap pada situasi sosial yang terjadi di masyarakat.
Dari sisi ilmu tentang cara kerja otak manusia, latihan life skill sejak dini berhubungan erat dengan stimulasi fungsi eksekutif di otak anak. Fungsi eksekutif adalah “sistem kendali” otak yang membantu anak untuk fokus, merencanakan, mengatur emosi, dan beradaptasi dengan situasi baru. Keterampilan ini terus berkembang hingga usia dewasa.
Semakin intensif latihan life skill sejak dini maka semakin terasah fungsi eksekutif anak terutama pada aspek memori kerja, pengendalian diri (inhibisi), dan fleksibilitas kognitif dimana anak akan semakin adaptif, fleksibel mengubah fokus sesuai prirotas, dan mampu beralih antara tugas yang berbeda disertai regulasi emosi yang memadai.
Sebuah petuah mengungkapkan “Wahai Abu Dzar, perbaikilah perahu sesungguhnya laut itu dalam. Dan persiapkanlah bekal yang lengkap, sesungguhnya perjalanan itu jauh”. Petuah tersebut dapat dimaknai bahwa sebagai orang tua wajib belajar secara kontinu seiring waktu karena perjalanan kehidupan yang akan diarungi setiap anak berbeda tantangannya, dan wajib bagi orang tua untuk membekali berbagai kemampuan hidup pada setiap anak karena sekalipun orang tuanya tak ada yang bisa menggantikan perjalanan kehidupan yang harus dihadapi anak di masa depannya.
Untuk itu, life skill menjadi sangat penting dilatihkan sejak dini agar konsep diri anak yang mandiri, tahan banting, percaya diri, adaptif, empati penuh rasa peduli dan bertanggung jawab terbentuk dengan kuat mengakar menjadi citra dirinya sehingga mereka mampu menciptakan kehidupan yang layak untuk dijalani dan esensi tujuan hidupnya semakin terarah dan penuh arti.

Penulis : Ai Listriani