Dalam rangkaian kegiatan PRIMA (Pekan Ramadhan Indahnya Kebersamaan), Sekolah Quantum Inti Indonesia juga menyelenggarakan kegiatan khusus bagi peserta didik umat Hindu yang dilaksanakan pada tanggal 9–10 Maret 2026, bertempat di ruang ibadah SD.
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen sekolah dalam memberikan pembinaan spiritual yang inklusif serta menghargai keberagaman keyakinan di lingkungan pendidikan. Peserta didik mengikuti berbagai rangkaian kegiatan keagamaan dan edukatif yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi Tri Sandya, Kidung, dan Saraswati Puja sebagai bentuk persembahyangan dan ungkapan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, siswa juga mendapatkan pembekalan materi keagamaan serta pelatihan menulis aksara sebagai upaya melestarikan budaya dan warisan leluhur.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang menarik dan edukatif, seperti lomba merias aksara, lomba hiasan gantungan kreatif, serta lomba bingkai aksara kreatif. Melalui perlombaan ini, siswa didorong untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap nilai-nilai keagamaan dan budaya Hindu.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para peserta didik. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, serta rasa bangga terhadap budaya sendiri.
Melalui kegiatan umat Hindu dalam PRIMA 2026 ini, Sekolah Quantum Inti Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang berkarakter, toleran, dan menghargai keberagaman dalam bingkai persatuan.


Penulis : I Made Rahayu Kardika Yasa

Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari wujud syukur kepada Allah SWT. Nilai Al-Barr (berbuat kebaikan) tidak hanya diterapkan dalam hubungan antar sesama, tetapi juga dalam menjaga kelestarian alam sebagai ciptaan-Nya.




Setelah pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh 



Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan haru, dihadiri oleh guru, orang tua, serta seluruh civitas sekolah. Momen ini menjadi bukti nyata komitmen 






Keberhasilan penampilan Tari Kreasi Harmoni Nusantara tidak lepas dari peran dan dedikasi guru pelatih tari, Ms. Ndaru Dwi Rahayu, S.Pd., yang dengan penuh kesabaran dan komitmen membimbing para siswa sejak proses latihan hingga pementasan. Bimbingan beliau tidak hanya berfokus pada teknik gerak, tetapi juga pada penanaman rasa percaya diri, kekompakan, serta penghayatan terhadap makna tari yang dibawakan. Apresiasi setinggi-tingginya diberikan atas kontribusi dan dedikasi beliau dalam menyukseskan penampilan ini.







Setiap paket yang dibagikan tidak hanya berisi hidangan berbuka puasa, tetapi juga mengandung nilai kasih sayang, kepedulian, serta harapan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Momen ini menjadi pengingat bahwa berbagi di bulan Ramadan memiliki makna yang lebih mendalam, yakni menebarkan kebaikan dan memperkuat rasa empati terhadap sesama.


usiasme yang tinggi melalui diskusi aktif, refleksi bersama, dan kegiatan praktik. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual, sehingga dapat langsung diimplementasikan di lingkungan sekolah masing-masing. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran yang bermakna lahir dari kolaborasi, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar.
Sebagaimana ungkapan bijak dalam dunia pendidikan, “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.” Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan agen inspirasi yang menghadirkan pembelajaran yang berdaya guna bagi generasi masa depan.









Berbekal core life skills tersebut, remaja akan jauh lebih siap menghadapi dinamika perkuliahan, baik di dalam maupun luar negeri. Misalnya, kemampuan berpikir kritis memungkinkan mereka menganalisis materi kuliah secara mendalam, sementara komunikasi interpersonal yang baik membantu dalam kerja kelompok dan membangun jaringan. Self-regulation dan self-learning awareness memungkinkan mereka mengatur jadwal belajar dan mengambil inisiatif untuk mencari sumber pengetahuan baru. Inilah yang membedakan mahasiswa yang sekadar lulus dengan mahasiswa yang unggul dan mampu berdaya saing global.