fbpx
Category

General Info

Satu Aksi, Seribu Makna: Penyaluran 300 Paket Ifthar di Ramadan Penuh Berkah

By | General Info

Pada tanggal 9 Maret 2026, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan yang penuh berkah, telah terlaksana kegiatan penyaluran 300 paket ifthar dan santunan kepada anak yatim, dhuafa, serta jompo dengan penuh kebersamaan dan kepedulian. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata semangat berbagi dan mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

Setiap paket yang dibagikan tidak hanya berisi hidangan berbuka puasa, tetapi juga mengandung nilai kasih sayang, kepedulian, serta harapan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Momen ini menjadi pengingat bahwa berbagi di bulan Ramadan memiliki makna yang lebih mendalam, yakni menebarkan kebaikan dan memperkuat rasa empati terhadap sesama.

Penyaluran paket kebaikan ini dilakukan di beberapa lokasi, yaitu di Panti Asuhan SOS Cibubur yang menjadi tempat tinggal anak-anak yatim, kemudian kepada binaan Masjid As-Sidiq, serta melalui kolaborasi bersama Asar Humanity yang turut membantu menjangkau penerima manfaat lebih luas.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan, di mana para relawan dan penerima manfaat saling berbagi senyum dan kebahagiaan. Nilai gotong royong dan kebersamaan begitu terasa, sejalan dengan pepatah, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh kuat ketika dilakukan bersama-sama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi tidak hanya hadir di bulan Ramadan, tetapi juga terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Karena sejatinya, kebahagiaan tidak akan berkurang saat dibagikan—justru akan semakin bertambah.

Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan menjadi amal yang membawa keberkahan dan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

Penulis : I Made Rahayu Kardika Yasa

Roadshow Duta WIT Gen 8 Kabupaten/Kota Bekasi Resmi Terselenggara dengan Sukses

By | General Info

Bekasi — Kegiatan Roadshow Duta Wardah Inspiring Teacher (WIT) Gen 8 Kabupaten/Kota Bekasi telah selesai terselenggara dengan lancar dan sukses pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Sekolah Quantum Inti Indonesia, Kota Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK, baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Roadshow ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan profesional guru yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Mengusung tema “Kelas Kolaboratif Berbasis Deep Learning: Dari Ruang Belajar Menuju Perubahan Nyata”, kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para guru untuk saling belajar, berbagi praktik baik, serta membangun jejaring profesional.

Hadir sebagai narasumber utama, Ari Wibowo Shinoda selaku Ketua Umum KGBN sekaligus Kepala Sekolah Tanah Tingal, serta Anggayudha Ananda Rasa, pelatih dan pengembang modul pembelajaran guru. Para narasumber menyampaikan materi secara komprehensif, mulai dari penguatan konsep deep learning, strategi pembelajaran kolaboratif, hingga praktik perancangan kegiatan pembelajaran yang berdampak langsung pada kehidupan nyata peserta didik.

Selama sesi workshop, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi aktif, refleksi bersama, dan kegiatan praktik. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual, sehingga dapat langsung diimplementasikan di lingkungan sekolah masing-masing. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran yang bermakna lahir dari kolaborasi, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar.

Sebagaimana ungkapan bijak dalam dunia pendidikan, “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.” Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan agen inspirasi yang menghadirkan pembelajaran yang berdaya guna bagi generasi masa depan.

Pada kesempatan ini, panitia penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh instansi pendukung yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini, yaitu Wardah Inspiring Teacher, Ruang Guru Belajar, serta Guru Belajar Foundation. Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem pembelajaran dan pengembangan profesional guru di Indonesia.

Selain memperoleh wawasan dan pengalaman belajar, peserta juga mendapatkan e-sertifikat pelatihan serta kesempatan untuk memperluas jejaring dan kolaborasi antarguru lintas sekolah dan jenjang pendidikan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pendidik, komunitas, dan lembaga pendukung mampu melahirkan gerakan pendidikan yang berdampak luas.

Dengan terselenggaranya Roadshow Duta WIT Gen 8 Kabupaten/Kota Bekasi ini, diharapkan semangat kolaborasi dan inovasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut di ruang-ruang kelas, sehingga pendidikan benar-benar menjadi jalan menuju perubahan nyata dan berkelanjutan.

Penulis: I Made Rahayu Kardika Yasa

Guru Tamu KB-TK _1 Hari Jadi Guru di Sekolah, Gimana Rasanya??

By | General Info, TK QI Indonesia

Program Guru Tamu merupakan salah satu kegiatan unggulan di KB–TK Quantum Inti Indonesia yang dilaksanakan satu kali setiap bulan. Kegiatan ini melibatkan perwakilan orang tua dari setiap kelas yang berpartisipasi sebagai “guru tamu” untuk melakukan berbagi pengalaman, ilmu, atau aktivitas menarik bersama para murid.

Melalui program ini, orang tua diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran anak. Setiap guru tamu biasanya membawakan kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan edukatif, seperti membaca cerita, eksperimen sains sederhana, permainan motorik, seni dan kerajinan, atau memperkenalkan profesi mereka dengan cara yang sesuai usia anak.

Program ini bertujuan untuk:

* Menguatkan hubungan antara sekolah, orang tua, dan murid.

* Membangun pengalaman belajar yang bermakna dan berbeda bagi anak.

* Memberikan inspirasi melalui keberagaman profesi, minat, dan keahlian orang tua.

* Menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa ingin tahu pada diri anak melalui kegiatan interaktif.

Dengan hadirnya guru tamu setiap bulan, suasana belajar di kelas menjadi lebih variatif, hangat, dan kaya pengalaman, sehingga mendukung perkembangan anak dan keterlibatan peran orang tua di sekolah.

Siapkan Talent dan Karakter, Supaya Tidak Kaget Saat Kuliah

By | General Info, SMA QI Indonesia

Menyongsong dunia perkuliahan adalah langkah besar yang menuntut lebih dari sekadar nilai akademik. Banyak remaja yang merasa “kaget” dengan transisi ini karena tantangannya jauh melampaui kurikulum sekolah. Persiapan yang komprehensif adalah kunci, dan ini melibatkan pembangunan kebiasaan baik, dedikasi dalam belajar, dan persistensi dalam menghadapi kesulitan. Memilah informasi dan kegiatan yang relevan dengan rencana studi juga perlu dimulai sejak dini, memastikan setiap upaya terarah menuju tujuan yang jelas. Dengan fondasi kebiasaan dan fokus yang kuat, transisi dari pelajar SMA menjadi mahasiswa akan terasa lebih mulus.

Pengembangan diri remaja tidak bisa berdiri sendiri; mereka membutuhkan sistem pendukung yang solid. Peran orang tua, sekolah, teman, dan lingkungan sangat krusial dalam menyediakan dukungan moral, bimbingan, dan ruang untuk eksplorasi. Di samping dukungan eksternal, remaja perlu membekali diri dengan core life skills esensial. Keterampilan seperti self-learning awareness (kesadaran belajar mandiri), self-regulation (pengaturan diri), kemampuan literasi, interpersonal, komunikasi, serta berpikir kritis dan kreatif adalah modal utama. Kemampuan ini akan memberdayakan remaja untuk beradaptasi dengan metode belajar mandiri dan tuntutan sosial di lingkungan kampus yang beragam.

Berbekal core life skills tersebut, remaja akan jauh lebih siap menghadapi dinamika perkuliahan, baik di dalam maupun luar negeri. Misalnya, kemampuan berpikir kritis memungkinkan mereka menganalisis materi kuliah secara mendalam, sementara komunikasi interpersonal yang baik membantu dalam kerja kelompok dan membangun jaringan. Self-regulation dan self-learning awareness memungkinkan mereka mengatur jadwal belajar dan mengambil inisiatif untuk mencari sumber pengetahuan baru. Inilah yang membedakan mahasiswa yang sekadar lulus dengan mahasiswa yang unggul dan mampu berdaya saing global.

Pada akhirnya, ketika seorang remaja telah berhasil memadukan dukungan sistem dengan penguasaan life skills ini, ia telah tumbuh menjadi pribadi yang seutuhnya siap. Pribadi ini dapat digambarkan sebagai sosok “Masagi”, sebuah konsep yang mencakup empat kecerdasan fundamental: spiritual, intelektual, emosional, dan adversitas. Sosok yang Masagi memiliki kedewasaan emosional untuk mengelola stres, ketahanan (adversitas) untuk bangkit dari kegagalan, kecerdasan intelektual untuk menguasai ilmu, dan kedalaman spiritual sebagai kompas moral. Inilah hasil puncak dari persiapan menjelang kuliah yang fokus pada pembentukan karakter dan talenta, memastikan mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat di dunia perkuliahan.

 

Penulis: Eva Rosita, S.Pd., M.Hum

Apresiasi Perjalanan Umroh ke Tanah Suci bagi Dua Guru dan Dua Pegawai Sekolah Quantum Inti Indonesia

By | General Info

Bekasi— Sekolah Quantum Inti Indonesia kembali memberikan apresiasi istimewa kepada dua guru dan dua pegawai terpilih berupa kesempatan untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi mereka dalam mendukung kemajuan sekolah.

Adapun nama penerima apresiasi tersebut yaitu:

  1. Dody Firmansyah – Guru SD

  2. Samsu – Guru SD

  3. Sandan – Security

  4. Babas Subarzah – Pegawai

Apresiasi ini secara langsung diberikan oleh Dra. Evianty Iswan, M.Pd, CHt, CTMR, CPS, CMEHt, selaku Direktur Pendidikan Sekolah Quantum Inti Indonesia.

Program pemberangkatan ibadah ini merupakan kegiatan rutin Sekolah Quantum Inti Indonesia sebagai bentuk apresiasi nyata atas dedikasi dan pengabdian para pendidik serta pegawainya. Melalui program ini, sekolah terus berupaya menghadirkan lingkungan yang positif, saling menghargai, dan menginspirasi.

Acara seremonial pemberangkatan dilaksanakan pada 30 Oktober 2025, dan para penerima apresiasi telah berangkat menuju Tanah Suci pada 4 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penuh haru dan kebahagiaan bagi keluarga besar Sekolah Quantum Inti Indonesia.

“Kesempatan ini adalah bentuk rasa terima kasih kami atas kerja keras serta pengabdian mereka. Semoga perjalanan ibadah ini menjadi pengalaman spiritual yang berkesan dan membawa banyak kebaikan bagi para penerima dan lingkungan sekitar,” ujar Dra. Evianty Iswan.

Melalui program apresiasi ini, Sekolah Quantum Inti Indonesia berharap seluruh tenaga pendidik dan pegawai semakin termotivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah.

Semoga perjalanan ibadah ini membawa keberkahan, keselamatan, serta menjadi langkah pembuka menuju kehidupan yang lebih baik.

Penulis: I Made Rahayu Kardika Yasa

Sharing Session: Ngajarin Resiliensi dari SD, Emang Bisa?

By | General Info, SD QI Indonesia

Sharing Session: Ngajarin Resiliensi dari SD, Emang Bisa?
Bisa banget!

Resiliensi: kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan tetap tenang menghadapi tantangan bukanlah sifat bawaan, tapi bisa dilatihkan sejak dini, bahkan sejak anak duduk di bangku SD. Masa ini justru menjadi waktu emas untuk menanamkan daya tahan mental dan emosi anak melalui pengalaman nyata sehari-hari.

Salah satu cara paling efektif menumbuhkan resiliensi adalah lewat pembiasaan life skill atau keterampilan hidup. Saat anak belajar melakukan hal-hal sederhana seperti mengurus diri sendiri, menyelesaikan tugas tanpa disuruh, atau mengelola emosi saat kecewa, mereka sebenarnya sedang mengasah kemampuan berpikir fleksibel, mengendalikan diri, dan menumbuhkan rasa percaya diri fondasi utama dari resiliensi.

Contohnya bisa dilihat dari dunia pertemanan anak SD. Tidak jarang anak menghadapi konflik, merasa ditolak, atau tidak diajak bermain oleh teman. Jika anak terbiasa didorong untuk memahami perasaannya, diajak mencari solusi, dan belajar memulai komunikasi kembali, maka secara alami ia belajar untuk bangkit dari rasa kecewa dan menata ulang hubungan sosialnya. Dari situ, anak belajar bahwa masalah bukan akhir dari segalanya ada cara untuk memperbaiki, memahami, dan melanjutkan dengan cara yang lebih baik.

Proses ini melatih fungsi eksekutif otak bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi, memusatkan perhatian, dan mengambil keputusan. Semakin sering anak menghadapi dan memecahkan masalah sosial seperti itu, semakin kuat daya tahannya dalam menghadapi dinamika kehidupan yang lebih kompleks di masa depan.

Jadi, ngajarin resiliensi dari SD bukan cuma bisa tapi harus dilakukan sejak dini. Karena lewat latihan life skill sederhana dan pendampingan yang tepat, anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, empatik, dan siap menghadapi dunia nyata dengan kepala tegak dan hati yang kuat.

Penulis : Fauzi Ridwan

Sharing Session: “Support System untuk Remaja, Sepenting Itukah?”

By | General Info, SMP QI Indonesia

Ketika anak memasuki usia remaja, mulai terlihat adanya perubahan perilaku dalam diri anak. Remaja mengalami identity confusion, kondisi di mana dia sendiri masih dalam proses membentuk jati dirinya, dan sangat terpengaruh oleh pendapat orang-orang di sekitarnya. Anak juga sudah mulai menyukai lawan jenis, mementingkan pendapat temannya (daripada arahan dari orang tuanya), dan terkadang bertindak secara impulsif tanpa pertimbangan yang matang.

Perubahan perilaku dan identity confusion pada diri remaja berpotensi menciptakan konflik, baik di dalam diri anak itu sendiri, antara anak dan teman-temannya, bahkan mungkin antara anak dengan orang tuanya. Padahal, di usia remaja, mereka memerlukan bimbingan dan arahan orang tua untuk menemukan dan/atau membentuk jati diri yang positif di dalam dirinya.

Lalu, mengapa perubahan perilaku ini terjadi, serta bagaimana orang tua dapat menjadi support system bagi remaja di masa yang penuh pergolakan dan pencarian jati diri tersebut?

Perubahan perilaku pada masa remaja terjadi karena adanya perubahan pada otak remaja. Bagian sistem limbik berkembang dengan sangat pesat, menyebabkan emosi yang fluktuatif pada remaja. Di sisi lain, otak bagian frontal lobe berkembang lebih lambat, menjadikan fungsi eksekutif dalam dirinya masih belum berkembang dengan optimal. Fungsi eksekutif ini mempengaruhi kemampuan remaja dalam mengambil keputusan, menimbang baik dan buruk, menganalisis risiko, menyelesaikan masalah, berpikir logis, dan mengontrol impuls/keinginan. Dengan adanya perbedaan laju perkembangan pada kedua bagian otak ini, tentu remaja membutuhkan orang lain untuk “menyeimbangkannya”, yakni dalam bentuk support system, khususnya dari orang tuanya.

Semakin baik dukungan itu diberikan, remaja akan memiliki semakin banyak kesempatan belajar dalam mengembangkan fungsi eksekutif otaknya. menyelesaikan berbagai masalahnya dengan cara yang lebih logis, memperhatikan risiko dari setiap keputusan yang akan ingin diambil, mampu berkomitmen pada kesepakatan yang telah dibuat, serta memiliki regulasi emosi yang baik. Dengan demikian, sesungguhnya support yang diberikan oleh orang tua atau orang terdekat lainnya akan mempengaruhi perkembangan otak pada bagian frontal lobe (yang mengatur fungsi eksekutif), sehingga bagian otak ini juga dapat berkembang optimal di masa remaja.

Sebagai support system yang utama, orang dapat melakukan beberapa hal berikut:

  1. Membiasakan diri hadir dalam kehidupan remaja, membangun koneksi yang baik, sebelum memberikan koreksi.
  2. Masuk ke dunia remaja dan benar-benar menjadi pendengar yang baik. Hal ini dapat dimulai dengan cara membicarakan hal yang mereka sukai, mendukung hobinya yang bersfat positif (misalnya olahraga atau seni tertentu).
  3. Ketika ada masalah, tetaplah tenang dan biarkan remaja mengeluarkan dulu emosi negatifnya dengan cara yang aman (misalnya menangis di pelukan orang tuanya). Ketika mereka sudah lebih tenang, orang tua dapat membahasnya bersama anak dengan menggunakan teknik coaching.

Menjadi orang tua memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pada setiap fase perkembangan anak, terdapat tantangan yang perlu dihadapi bersama. Walaupun demikian, orang tua dapat terus bertumbuh bersama anak-anaknya. Ketika orang tua bertumbuh hingga menjadi support system terbaik bagi remaja, remaja akan tumbuh sehat fisik dan mental, memiliki konsep diri yang mandiri, bertanggung jawab atas pilihannya, percaya diri, adaptif, tangguh, dan menguasai berbagai life skill yang dia butuhkan untuk hidup di tengah-tengah masyarakat.

Penulis : Ratih Wulandari

Sharing Session: melatih life skill sejak dini, harus ya?

By | General Info, TK QI Indonesia

Studi menyatakan bahwa anak yang cerdas dan berhasil di masa depannya, justru lahir dari banyaknya tantangan, tempaan, dan bukan dari kenyamanan. Tantangan yang dihadirkan dan dilatihkan oleh orang tua dalam pola asuh sehari-hari dengan standar tinggi  nyatanya adalah bentuk cinta terbaik orang tua yang memiliki keyakinan bahwa setiap anak mampu melampaui dirinya.

Lalu tempaan apa yang harus dilatihkan oleh orangtua kepada anaknya sejak dini? Jawabannya adalah life skill.

Why life skill?

Life skill merupakan berbagai kemampuan praktis yang dilakukan sehari-hari, dan jadi salah satu fondasi untuk setiap anak memiliki cara berpikir dan berperilaku tahan banting serta siap survive dalam segala keadaan di kehidupan nyatanya kelak saat masuk fase produktif.

Anak yang kesehariannya dilatih dasar-dasar kemandirian cenderung lebih peka dan lebih percaya diri saat terlibat di kehidupan sosialnya. Kepekaan, sensitivitas, dan rasa percaya diri yang tumbuh dari hasil latihan life skill akan men-trigger kemampuan lainnya yaitu anak mampu berempati dan tepat tanggap pada situasi sosial yang terjadi di masyarakat.

Dari sisi ilmu tentang cara kerja otak manusia, latihan life skill sejak dini berhubungan erat dengan stimulasi fungsi eksekutif di otak anak. Fungsi eksekutif adalah “sistem kendali” otak yang membantu anak untuk fokus, merencanakan, mengatur emosi, dan beradaptasi dengan situasi baru. Keterampilan ini terus berkembang hingga usia dewasa.

Semakin intensif latihan life skill sejak dini maka semakin terasah fungsi eksekutif anak terutama pada aspek memori kerja, pengendalian diri (inhibisi), dan fleksibilitas kognitif dimana anak akan semakin adaptif, fleksibel mengubah fokus sesuai prirotas, dan mampu beralih antara tugas yang berbeda disertai regulasi emosi yang memadai.

Sebuah petuah mengungkapkan “Wahai Abu Dzar, perbaikilah perahu sesungguhnya laut itu dalam. Dan persiapkanlah bekal yang lengkap, sesungguhnya perjalanan itu jauh”. Petuah tersebut dapat dimaknai bahwa sebagai orang tua wajib belajar secara kontinu seiring waktu karena perjalanan kehidupan yang akan diarungi setiap anak berbeda tantangannya, dan wajib bagi orang tua untuk membekali berbagai kemampuan hidup pada setiap anak karena sekalipun orang tuanya tak ada yang bisa menggantikan perjalanan kehidupan  yang harus dihadapi anak di masa depannya.

Untuk itu, life skill menjadi sangat penting dilatihkan sejak dini agar konsep diri anak yang mandiri, tahan banting, percaya diri, adaptif, empati penuh rasa peduli dan bertanggung jawab terbentuk dengan kuat mengakar menjadi citra dirinya sehingga mereka mampu menciptakan kehidupan yang layak untuk dijalani dan esensi tujuan hidupnya semakin terarah dan penuh arti.

Penulis : Ai Listriani

Open Day 2025

Quantum Open Day, Sehari Penuh Pengalaman Inspiratif di Sekolah Quantum

By | General Info

Bekasi – Sekolah Quantum Inti Indonesia menggelar Quantum Open Day dengan menghadirkan berbagai kegiatan seru dan penuh inspirasi bagi siswa, orang tua, maupun masyarakat umum. Acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda, menyenangkan, sekaligus mampu menggali potensi diri peserta.

Berbagai agenda menarik siap memeriahkan kegiatan ini, di antaranya:

  • 📚 Sharing Session – Menyerap insight berharga langsung dari praktisi dan para expert.

  • 🎯 One Day Learning Adventure – Belajar dengan metode baru yang interaktif dan menyenangkan.

  • 💄 Beauty Class for Teenagers – Mengenalkan pentingnya self-care serta membangun rasa percaya diri sejak usia remaja.

  • 🥋 Latih Tanding – Mengasah sportivitas, mental juara, sekaligus semangat kompetitif melalui olahraga.

  • 🎪 Booth & Bazar – Menawarkan beragam produk dan ide kreatif yang menarik untuk dijelajahi.

Panitia menegaskan bahwa Quantum Open Day bukan hanya sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga sarana pengembangan diri bagi generasi muda. “Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak terbatas di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membangun karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri,” ungkap salah satu penyelenggara.

Acara akan berlangsung sehari penuh di Sekolah Quantum Inti Indonesia, Kota Bekasi. Masyarakat luas diundang untuk hadir dan merasakan langsung keseruan ini.

📌 Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut:
👉 https://bit.ly/QOD2025

 


✍️ Penulis: I Made Rahayu Kardika Yasa


Tingkatkan Kualitas Pendidikan IPA, Unpak dan UPI Kolaborasi Abdimas

By | General Info

Universitas Pakuan (Unpak) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dalam program pengabdian masyarakat (abdimas). Abdimas dilakukan dengan memberikan pelatihan pembelajaran bagi guru mata pelajaran IPA di sekolah Quantum Inti Indonesia.

Kegiatan abdimas bertajuk “Pengembangan Pembelajaran Sains Inovatif yang Mendukung Pencapaian SDGs” ini diikuti oleh 40 orang terdiri dari para dosen dan mahasiswa jenjang S2 dan S3 program studi magister pendidikan IPA Unpak dan UPI. Serta empat guru model yang berasal dari SMP dan SMA Sekolah Quantum Inti Indonesia.

Kepada Radar Bekasi, Dosen Fakultas IPA Unpak Anna Permanasari menjelaskan, kegiatan abdimas ini dilakukan secara berkelanjutan dengan sistem kolaborasi.

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan sistem continue dan kolaborasi, karena zaman sekarang kalau tidak ada kolaborasi hambar rasanya,” ungkap Anna saat ditemui di Sekolah Quantum Inti Indonesia, Sabtu (23/7).

Kegiatan ini berlangsung tiga kali pertemuan secara daring dan tatap muka dengan lama waktu setara 32 jam. Pelatihan yang diberikan bagi guru IPA meliputi materi pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, dan Math (STEM), materi pembelajaran berbasis IT, dan materi berbasis potensial lokal.

Dijelaskan oleh Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UPI Ida Kaniawati bahwa, pertemuan pertama 12 Juli 2022 dengan kegiatan workshop daring rancangan pembelajaran, kemudian dilanjutkan pada pertemuan kedua secara daring  16 Juli 2022 untuk finalisasi materi, dan dilanjutkan pada pertemuan ketiga 23 Juli 2022 dalam kegiatan open lesson di berbagai daerah.

Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan para guru IPA dapat memiliki inovatif dan kreatifitas dalam pembelajaran yang diberikan kepada siswa.

“Kami berharap implementasi ini bisa sampai kepada guru-guru untuk merefleksi guru-guru, sehingga bisa berinovasi dan kreatif dalam memberikan pembelajaran kepada siswa,” jelasnya.

Adapun tujuan dari abdimas adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi mata pelajaran IPA. “Tujuan kami adalah meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi mata pelajaran IPA. Jadi disini kami memberikan pilihan bagi guru, implementasi pembelajaran yang seperti apa yang bisa mulai diterapkan kepada siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di sekolah Quantum Inti Indonesia di Bekasi. Tetapi juga dilaksanakan di sekolah lain yang berada di Cirebon, Kuningan, dan Bandung dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang.

“Pesertanya itu ada sekitar 700 orang dan pelaksanaannya bukan hanya dilakukan di satu daerah saja. Tapi di beberapa daerah, salah satunya adalah Kota Bekasi,” pungkasnya.

Sementara, Kepala SMA Quantum Inti Indonesia Eva Rosita menyampaikan bahwa, IPA merupakan mata pelajaran yang cukup dikembangkan oleh pihak sekolah.

“Hadirnya mahasiswa dan dosen Universitas Pakuan dan Universitas Indonesia ini menjadi salah satu motivasi baru bagi guru. Karena sains ini merupakan salah satu bidang ilmu yang cukup dikembangkan di sekolah kami,” ungkapnya.

Dikatakan, IPA merupakan mata pelajaran yang sudah diterapkan sejak sekolah dasar. Menurutnya, setiap tingkatan memiliki kesulitan materi yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi adanya abdimas yang dilaksanakan Unpak dan UPI.  “Ilmu sains itu sudah diajarkan sejak sekolah dasar, dimana semakin tinggi tingkatannya maka semakin banyak pula materi yang harus dipelajari. Jadi program pengabdian masyarakat ini, memang sangat membantu sekali untuk pengembangan para guru-guru di sekolah kami,” ucapnya.

Melalui sains yang inovatif, ujar aia, pihaknya merasa bahwa atas kolaborasi yang dilakukan ini diharapkan dapat searah dengan pengembangan yang dilakukan pihak sekolah.

“Melalui sains inovatif yang diberikan kepada guru-guru, kami berharap siswa bisa diajar dengan guru-guru yang lebih mumpuni,” pungkasnya.