Alhamdulillah, rangkaian kegiatan PRIMA (Pekan Ramadhan Indahnya Kebersamaan) 2026 di Sekolah Quantum Inti Indonesia telah terlaksana dengan penuh khidmat, keceriaan, dan makna, serta resmi ditutup dengan rasa syukur.
PRIMA merupakan program unggulan sekolah yang dirancang sebagai wadah pembinaan karakter dan spiritualitas peserta didik selama bulan Ramadan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, memperkuat kebersamaan, serta membentuk kepedulian sosial dan lingkungan sejak dini.
Mengusung tema “Senandung Ayat dan Senandung Alam yang Indah di Bulan Penuh Berkah”, PRIMA menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan bermakna, di mana siswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga menghayati nilai kehidupan melalui pengalaman langsung.
Selama pelaksanaan pada 9–12 Maret 2026, berbagai kegiatan inspiratif telah dilaksanakan, di antaranya:
- Wisuda Tahfidz & Tasmi Al-Qur’an sebagai bentuk apresiasi atas hafalan siswa
- Salat Tarawih Berjamaah & Tausiah Inspiratif bersama Ustadz K.H. Taufiqurrahman
- Pameran Kaligrafi & Daur Ulang, yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan melalui karya
- Perlombaan Spesial Ramadan, seperti lomba tausiah, lagu religi, dan sambung ayat
- Tadarus Al-Qur’an, Fun Cooking, dan Kebersamaan Siswa
- Bakti Sosial & Santunan, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama
Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi nilai keberagaman, PRIMA juga menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan bagi seluruh peserta didik:
- Kegiatan Umat Hindu, seperti Tri Sandya, Kidung, Saraswati Puja, dan lomba kreatif aksara
- Kegiatan Umat Kristen, seperti morning praying, cerita tokoh Alkitab, serta lomba rohani
Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami dan menerapkan nilai Al-Barr, yaitu selalu berbuat kebaikan, peduli terhadap sesama, serta menjaga alam sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
PRIMA bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter yang menyeluruh—menggabungkan nilai spiritual, sosial, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dalam satu pengalaman yang utuh dan berkesan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh siswa, guru, panitia, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga setiap kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal yang membawa keberkahan.
Sampai jumpa di PRIMA berikutnya, dengan lebih banyak cerita indah, kebersamaan, dan kebaikan yang terus tumbuh. ✨








Penulis: I Made Rahayu Kardika Yasa

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang menarik dan edukatif, seperti lomba merias aksara, lomba hiasan gantungan kreatif, serta lomba bingkai aksara kreatif. Melalui perlombaan ini, siswa didorong untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap nilai-nilai keagamaan dan budaya Hindu.

Penulis : I Made Rahayu Kardika Yasa
Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari wujud syukur kepada Allah SWT. Nilai Al-Barr (berbuat kebaikan) tidak hanya diterapkan dalam hubungan antar sesama, tetapi juga dalam menjaga kelestarian alam sebagai ciptaan-Nya.




Setelah pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh 



Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan haru, dihadiri oleh guru, orang tua, serta seluruh civitas sekolah. Momen ini menjadi bukti nyata komitmen 






Keberhasilan penampilan Tari Kreasi Harmoni Nusantara tidak lepas dari peran dan dedikasi guru pelatih tari, Ms. Ndaru Dwi Rahayu, S.Pd., yang dengan penuh kesabaran dan komitmen membimbing para siswa sejak proses latihan hingga pementasan. Bimbingan beliau tidak hanya berfokus pada teknik gerak, tetapi juga pada penanaman rasa percaya diri, kekompakan, serta penghayatan terhadap makna tari yang dibawakan. Apresiasi setinggi-tingginya diberikan atas kontribusi dan dedikasi beliau dalam menyukseskan penampilan ini.






Setiap paket yang dibagikan tidak hanya berisi hidangan berbuka puasa, tetapi juga mengandung nilai kasih sayang, kepedulian, serta harapan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Momen ini menjadi pengingat bahwa berbagi di bulan Ramadan memiliki makna yang lebih mendalam, yakni menebarkan kebaikan dan memperkuat rasa empati terhadap sesama.


usiasme yang tinggi melalui diskusi aktif, refleksi bersama, dan kegiatan praktik. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual, sehingga dapat langsung diimplementasikan di lingkungan sekolah masing-masing. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran yang bermakna lahir dari kolaborasi, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar.
Sebagaimana ungkapan bijak dalam dunia pendidikan, “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.” Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan agen inspirasi yang menghadirkan pembelajaran yang berdaya guna bagi generasi masa depan.







