Bekasi — Kegiatan Roadshow Duta Wardah Inspiring Teacher (WIT) Gen 8 Kabupaten/Kota Bekasi telah selesai terselenggara dengan lancar dan sukses pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Sekolah Quantum Inti Indonesia, Kota Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
Roadshow ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan profesional guru yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Mengusung tema “Kelas Kolaboratif Berbasis Deep Learning: Dari Ruang Belajar Menuju Perubahan Nyata”, kegiatan ini menjadi ruang inspiratif bagi para guru untuk saling belajar, berbagi praktik baik, serta membangun jejaring profesional.
Hadir sebagai narasumber utama, Ari Wibowo Shinoda selaku Ketua Umum KGBN sekaligus Kepala Sekolah Tanah Tingal, serta Anggayudha Ananda Rasa, pelatih dan pengembang modul pembelajaran guru. Para narasumber menyampaikan materi secara komprehensif, mulai dari penguatan konsep deep learning, strategi pembelajaran kolaboratif, hingga praktik perancangan kegiatan pembelajaran yang berdampak langsung pada kehidupan nyata peserta didik.
Selama sesi workshop, peserta menunjukkan ant
usiasme yang tinggi melalui diskusi aktif, refleksi bersama, dan kegiatan praktik. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan kontekstual, sehingga dapat langsung diimplementasikan di lingkungan sekolah masing-masing. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembelajaran yang bermakna lahir dari kolaborasi, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar.
Sebagaimana ungkapan bijak dalam dunia pendidikan, “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.” Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan agen inspirasi yang menghadirkan pembelajaran yang berdaya guna bagi generasi masa depan.
Pada kesempatan ini, panitia penyelenggara menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh instansi pendukung yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini, yaitu Wardah Inspiring Teacher, Ruang Guru Belajar, serta Guru Belajar Foundation. Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem pembelajaran dan pengembangan profesional guru di Indonesia.
Selain memperoleh wawasan dan pengalaman belajar, peserta juga mendapatkan e-sertifikat pelatihan serta kesempatan untuk memperluas jejaring dan kolaborasi antarguru lintas sekolah dan jenjang pendidikan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pendidik, komunitas, dan lembaga pendukung mampu melahirkan gerakan pendidikan yang berdampak luas.
Dengan terselenggaranya Roadshow Duta WIT Gen 8 Kabupaten/Kota Bekasi ini, diharapkan semangat kolaborasi dan inovasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut di ruang-ruang kelas, sehingga pendidikan benar-benar menjadi jalan menuju perubahan nyata dan berkelanjutan.
Penulis: I Made Rahayu Kardika Yasa










Berbekal core life skills tersebut, remaja akan jauh lebih siap menghadapi dinamika perkuliahan, baik di dalam maupun luar negeri. Misalnya, kemampuan berpikir kritis memungkinkan mereka menganalisis materi kuliah secara mendalam, sementara komunikasi interpersonal yang baik membantu dalam kerja kelompok dan membangun jaringan. Self-regulation dan self-learning awareness memungkinkan mereka mengatur jadwal belajar dan mengambil inisiatif untuk mencari sumber pengetahuan baru. Inilah yang membedakan mahasiswa yang sekadar lulus dengan mahasiswa yang unggul dan mampu berdaya saing global.



Contohnya bisa dilihat dari dunia pertemanan anak SD. Tidak jarang anak menghadapi konflik, merasa ditolak, atau tidak diajak bermain oleh teman. Jika anak terbiasa didorong untuk memahami perasaannya, diajak mencari solusi, dan belajar memulai komunikasi kembali, maka secara alami ia belajar untuk bangkit dari rasa kecewa dan menata ulang hubungan sosialnya. Dari situ, anak belajar bahwa masalah bukan akhir dari segalanya ada cara untuk memperbaiki, memahami, dan melanjutkan dengan cara yang lebih baik.

Perubahan perilaku pada masa remaja terjadi karena adanya perubahan pada otak remaja. Bagian sistem limbik berkembang dengan sangat pesat, menyebabkan emosi yang fluktuatif pada remaja. Di sisi lain, otak bagian frontal lobe berkembang lebih lambat, menjadikan fungsi eksekutif dalam dirinya masih belum berkembang dengan optimal. Fungsi eksekutif ini mempengaruhi kemampuan remaja dalam mengambil keputusan, menimbang baik dan buruk, menganalisis risiko, menyelesaikan masalah, berpikir logis, dan mengontrol impuls/keinginan. Dengan adanya perbedaan laju perkembangan pada kedua bagian otak ini, tentu remaja membutuhkan orang lain untuk “menyeimbangkannya”, yakni dalam bentuk support system, khususnya dari orang tuanya.

Life skill merupakan berbagai kemampuan praktis yang dilakukan sehari-hari, dan jadi salah satu fondasi untuk setiap anak memiliki cara berpikir dan berperilaku tahan banting serta siap survive dalam segala keadaan di kehidupan nyatanya kelak saat masuk fase produktif.





